photo cooltext913001478_zpsa6fcefa5.png

2/06/2013

Tips Memilih dan Merawat Furniture Jati


Banyak sekali penawaran mebel yang berasal dari Kayu Jati. Namun tahukah anda, jenis kayu jati terbaik yang bisa menjadi pilihan. Bukan hanya sekedar model saja, namun kualitas untuk bisa tahan lama dan sempurna jika menginginkan model mebel yang unik dan tetap elegan.






Kayu jati adalah pilihan utama untuk dijadikan sebagai furnitur. Pasalnya, kayu ini dikenal sangat kuat serta tahan terhadap gangguan rayap, bahkan perawatannya pun terbilang mudah. Keistimewaannya tidak hanya membuat animo pembeli lokal, konsumen dari mancanegarapun turut mengincar furnitur jati Indonesia.




“Sebagus apapun furnitur impor, masih bagus di Indonesia, malah justru banyak pendatang lebih memilih furnitur jati

kita,” Ujar Eka Sanjaya, Sang Mandor bangunan, saat ditanyai Ajoproperti.com di tempatnya bekerja.

Memilih Furnitur Jati
Memilih furnitur jati yang bagus memang gampang-gampang susah, apalagi jika si calon pembeli gak tahu seluk beluk kayu jati. Oleh karenanya, Eka memberikan beberapa tips bagaimana memilih furnitur jati yang baik dan kuat. 

“Secara kasat mata, tampilan kayu jati yang bagus bisa dilihat dari finishing-nya. Jika finishing bagus, maka dasar kayunya pun bagus. Sebaliknya, jika finishing kurang rapi, agak berbulu, atau kasar, maka kayunya pasti kurang bagus,” jelas Sang Mandor.

Nah, makanya jangan terkecoh dulu dengan penampilan bro.. imbuh Eka. Ada sebagian penjual menawarkan furnitur yang menggunakan kayu jati hanya di bagian permukaannya saja, sementara di bagian belakang atau bawah, menggunakan t-block atau tripleks. “Dengan mengetuk permukaan furnitur, kita bisa mengetahui perbedaannya,” jelas lelaki bertubuh tegap ini.

Kayu jati memiliki beberapa jenis dan grade. Jati yang bagus di pasaran harus lepas putih (tidak memiliki bagian putih yang agak berbulu) dan lepas mata (tidak memiliki ‘mata’ yang merupakan calon cabang). Bagian putih ini biasanya jadi santapan rayap, sementara ‘mata’ membuat kayu lebih rapuh.

“Jati yang ditebang saat masih berukuran kecil, pasti bagian kulitnya berwarna putih dan masih memiliki mata,” kata Eka. “Kayu seperti ini bisa dibuat mebel, tetapi tidak bagus. Biasanya, kayu macam ini dipakai untuk menekan harga jual.” 

Dari sisi harga, semakin lebar papan kayu jati, semakin mahal harganya. Untuk menyesuaikan dengan harga pasar, biasanya dipakai papan sambungan. 

Kualitas kayu jati juga ditentukan oleh daerah asalnya. Biasanya, kayu jati yang beredar di Indonesia berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. “Soal kualitas, jati Jawa Timur yang terbaik, diikuti oleh jati Jawa Tengah,” tutur Eka. “Harga jati Jawa Timur saat ini terbilang fantastis.” Kualitas yang berbeda, menurutnya, disebabkan kandungan tanah yang berbeda di setiap daerah. 

Untuk memilih kursi jati, harus dilihat apakah kursi tersebut lepas mata dan lepas putih. “'Nyawa' kursi ada di bagian kaki. Jika ada ‘mata’ di kaki kursi, maka kursi rawan patah,” kata Rina. “Untuk meja, perlu diperhatikan permukaanya. Pilih permukaan yang mulus dan tidak rapuh.” 

Namun jika tidak yakin, imbuh Rina, sebaiknya calon konsumen membeli dengan teman yang mengerti seluk-beluk jati, atau memercayakannya pada penjual. “Biasanya pembeli akan merekomendasi toko furnitur yang bisa dipercaya kualitas produknya,” jelas Eka. 

Merawat Furnitur Jati
Eka menjelaskan, untuk membersihkan furnitur jati sangat mudah: hanya dengan mengelap menggunakanteak oil atau pledge. Teak oil biasanya dijual di toko bahan bangunan, sementara pledge tersedia di mall atau super market. Treatment ini bisa dilakukan enam bulan sekali. “Namun untuk perawatan sehari-hari, cukup menggunakan lap basah,” ujar Eka. 

Untuk furnitur yang memiliki banyak ukiran, memerlukan perlakuan yang lebih khusus. “Gunakan kuas kecil untuk membersihkan lekukan ukiran dari debu. Kemudian kuas diberi cairan teak oil, dan bersihkan kembali lekukan-lekukan ukiran tersebut,” pungkasnya.

1 komentar:

إرسال تعليق